Mengenai Saya

Foto saya
just an ordinary women. i'm an ambitious especially to get and reach my dream on my life. I wanna make my parent and my family also to be happy and proud of me. Never give up to make my dream come true :)

Proses Komunikasi yang Saya Alami Sejak Kecil hingga Dewasa Berkaitan dengan Konsep Diri

Dari sejak berada dalam kandungan, manusia tentu saja mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang bertahap setiap harinya. Setelah berada dalam kandungan 9 bulan lamanya, kemudian manusia lahir ke dunia. Hari demi hari berlalu sehingga seorang anak mulai tumbuh dan mulai belajar memahami berbagai hal. Dari semenjak dalam kandungan itulah sebenarnya proses komunikasi telah dimulai.

Ketika masih berada dalam kandungan, kedua orang tua bercerita bahwa dahulu terkadang mereka mengajak berbicara saya perlahan – lahan, memberikan kata - kata ungkapan sayang dan berpesan agar kelak saya dapat menjadi anak yang berguna. Saat itu, komunikasi yang terjadi tentu saja merupakan komunikasi yang bersifat satu arah. Selain itu mereka juga sering memperdengarkan musik - musik klasik maupun lagu - lagu slow kepada saya waktu itu dan pada saat mendengar musik perut ibu saya pun bergejolak dengan lebih cepat, pertanda saya sangat senang mendengarkan musik itu.

Kemudian setelah saya lahir, walaupun saya belum dapat berbicara, namun ayah dan ibu pun tak sungkan untuk seringkali mengajak saya berbicara, berkomunikasi satu arah. Saat menggendong dan menimang saya pun mereka seringkali memberikan berbagai ungkapan tanda cinta dan sayang mereka, juga memberitahukan hal – hal yang akan dilakukan oleh mereka terhadap saya. Contohnya saat ingin memandikan, saat ingin mengganti popok, saat ingin menyusui, dan sebagainya. Mereka tidak diam begitu saja dalam mengasuh.

Bulan demi bulan berlalu sehingga saya pun mulai semakin tumbuh. Tahun pertama semenjak saya lahir, saya mulai ingin mencari tahu mengenai berbagai hal. Saya mulai bisa sedikit demi sedikit berbicara saat saya berusia 9 bulan, walaupun masih hanya sekedar kata – kata sederhana. Termasuk dalam kategori yang cukup cepat saya bisa berbicara. Semua itu juga merupakan peran dari kedua orang tua saya yang selalu menjalin komunikasi dengan saya setiap harinya walaupun hanya komunikasi satu arah. Mereka mulai mengajari dan memilah – milah kata – kata yang baik untuk saya ingat satu persatu. Akhirnya setelah beberapa bulan dari sejak saat itu pun saya sudah mulai fasih berbicara. Bahkan kata mereka, dulu saya termasuk anak kecil yang ceriwis atau cerewet.

Tahun demi tahun pun berlalu. Komunikasi pun berjalan dan terjalin dengan baik antara saya dengan kedua orang tua saya maupun dengan kakak – kakak saya di rumah. Mereka dengan setia mengajari saya kata demi kata. Setiap harinya ada kosakata baru yang bertambah.

Sehingga saat masuk taman kanak – kanak saya sudah benar – benar pandai berbicara. Masa – masa kecil saya diisi dengan proses komunikasi yang cukup baik dari keluarga. Dari keluargalah saya mulai belajar mengenai banyak hal.

Saya merasa bahwa ibu saya merupakan seseorang yang paling berpengaruh dalam pengembangan proses komunikasi yang saya alami dari sejak awal atau sejak kecil. Karena beliau bertemu dengan saya secara lebih intensif dirumah karena ibu tidak lagi bekerja kantoran semenjak saya lahir. Beliau mengajarkan pada saya tentang banyak hal. Beliau pun berpesan kepada saya untuk selalu menceritakan atau mengkomunikasikan kepadanya apapun yang sedang saya alami. Sehingga hingga saat ini bileh dikatakan saya bisa dapat cukup terbuka mengenai segala peristiwa yang terjadi pada diri saya termasuk di dalamnya mengenai masalah dengan teman – teman di sekolah, dan lainnya.

Terkadang kami sekeluarga juga sering berkumpul bersama, berbagi cerita ataupun bersenda gurau, semua itu dimaksudkan agar komunikasi antar keluarga terjalin dengan baik. Ayah dan ibu menganggap saya seperti teman mereka sendiri sehingga saya pun bisa bertanya atau menceritakan apa yang sedang saya alami, berbagi keluh kesah maupun pengalaman. Mereka pun senantiasa mau memberikan jawaban atas pertanyaan – pertanyaan yang saya ajukan terhadap mereka dan juga mau menerima pendapat yang saya berikan. Mereka tidak memiliki anggapan bahwa orang tua selalu yang paling benar.

Ayah dan ibu selalu mengkomunikasikan mengenai hal – hal yang mungkin mereka tidak sukai, apa yang salah dari saya mereka ungkapkan melalui komunikasi yang baik.

Saya pun juga terkadang menjadi tempat ayah, ibu, maupun kakak saat mereka ingin mencurahkan isi hati mereka dan terkadang saya pun juga pernah menjadi penenang mereka kala itu.

Satu hal yang paling penting yakni tata krama dan sopan santun dalam berkomunikasi, terutama dengan orang yang lebih dewasa selalu dijunjung tinggi dan diajarkan oleh kedua orang tua saya dari sejak dulu.

Mungkin karena itulah saat ini saya menjadi seseorang yang kerap kali berpikir cukup kritis mengenai suatu hal dan saya merupakan pribadi yang terbuka, peka terhadap segala sesuatu dan selalu berusaha santun dalam berbicara. Karena dalam keluarga saya tidak lazim menggunakan kata-kata kasar sehingga itupun terbawa kepada pergaulan saya hingga saat ini.


-TYH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar