Mengenai Saya

Foto saya
just an ordinary women. i'm an ambitious especially to get and reach my dream on my life. I wanna make my parent and my family also to be happy and proud of me. Never give up to make my dream come true :)

Membuat Saya Lebih Tertantang

Jumat, 30 Januari 2009. Ya, pada hari itulah akhirnya saya mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai seseorang yang sudah sekian lama bergelut pada dunia advertising. Pada sore hari nan cerah itu, saya mendatangi kantor beliau seusai menjalankan presentasi final dari kampus London School. Sungguh merupakan suatu hal yang sangat menyenangkan bagi saya khususnya, dapat berbagi banyak cerita dan pengalaman dengan seseorang yang sudah memiliki berbagai pengalaman mengenai bidang advertising.
Pada kesempatan sore itu, saya berhasil mewancarai seorang wanita berumur 39 tahun yang masih sangat terlihat energik dan dengan pembawaan yang ramah serta masih terlihat memiliki jiwa muda. Beliau menyambut kedatangan saya dengan penuh keramahan. Rachel. S. Walangitang namanya. Beliau sudah 13 tahun menjadi seorang audio visual producer pada beberapa advertising agency yang berbeda - beda.
Saat ini, beliau bergabung dengan Matari Advertising Agency, yang terletak di kawasan H.R. Rasuna Said, Jakarta. Beliau mengatakan bahwa sudah hampir 6 tahun lamanya bergabung dengan Matari Advertising ini. Advertising agency ini sudah pernah menangani pembuatan iklan beberapa brand terkemuka seperti Sosro, BRI, Konimex, Gatsby, Indofood, dsb.
Pada awal mulanya beliau bukanlah seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan dengan jurusan advertising, melainkan beliau mengambil mata kuliah dengan jurusan management. Memang suatu hal yang sangat bertolak belakang. Beliau mengatakan bahwa tidak ada sangkut pautnya sedikitpun antara pelajaran yang beliau dapatkan selama menduduki bangku kuliahnya dahulu dengan pekerjaan yang digelutinya sekarang ini. Namun tidak ada sedikitpun rasa penyesalan yang timbul dari dalam diri beliau.
Beliau mulai tertarik dengan dunia advertising saat diajak bekerja oleh kakak ipar yang kebetulan memiliki rumah produksi. Saat itu beliau bekerja selama 2 tahun sebagai assistant production. Selain itu, beliau juga pernah bekerja di perushaan Mc. Cain Ericsson. Setelah itu, barulah beliau mulai mencoba untuk bekerja di advertising agency. Saat itu pun, beliau menceritakan bahwa beliau mendapat tawaran dari seorang teman dekat. Kemudian beliau merasa tertarik dan kemudian mendatangi perusahaan tersebut serta mengikuti beberapa tahapan tes masuk seperti tes IQ, tes kesehatan, dan juga tanya jawab. Setelah melalui beberapa tahapan tes, akhirnya beliau berhasil diterima pada perusahaan tersebut. Dengan tidak memiliki latar belakang bidang edvertising sedikit pun, tidak lantas membuat beliau merasa canggung, atau pun rendah diri, melaikan beliau berusaha untuk terlihat tampil dengan kepercayaan diri yang tinggi agar tidak mendapatkan anggapan rendah dari orang lain, tentunya dengan mau belajar dengan sungguh - sungguh. Lama kelamaan mulailah beliau menjadi semakin tertarik dan merasa nyaman dengan dunia advertising.
Menjadi seorang audio visual producer seperti beliau saat ini tidaklah mudah. Namun memiliki tanggung jawab yang besar karena menjadi penghubung semua rumah produksi sampai saat proses penyelesaian atau finishing suatu produksi iklan yang diinginkan. Pekerjaan yang berhubungan dengan produksi iklan. Bagian tempat beliau bekerja biasa disebut dengan dapur produksi. Dengan beberapa proses yang antara lain tim creative membuat konsep iklan dengan rancangan dan ide- ide yang diinginkan kemudian apabila sudah di approve, barulah diserahkan ke bagian produksi dan bagian produksilah yang menyelesaikan iklan tersebut dengan tahap penyempurnaan sampai iklan benar-benar dapat diproduksi. Untuk bagian print ad, bisa langsung mengerjakan pekerjaan mereka, memilih fotographer. Kalau gambar sudah berhasil didapatkan, barulah mencari rumah produksi (Production House).
Bekerja menjadi seorang audio visual producer pada advertising agency seperti beliau haruslah memiliki disiplin waktu yang baik serta rasa tanggung jawab yang baik pula. Karena bukanlah suatu pekerjaan yang main – main melainkan pekerjaan yang cukup berat. Tidak ada kata untuk mengulur-ulur waktu, harus sangat menghargai waktu. Waktu merupakan bagian dari setiap pekerjaan yang harus diselesaikan dengan baik dan tepat.
Untuk bekerja pada bidang yang dijalankan beliau sekarang ini, tentunya perlu suatu kemampuan terutama dalam mengelola waktu, kemudian lebih banyak mengetahui hal – hal yang berkaitan dengan proses produksi, pandai bergaul, kreatif, memiliki keinginan besar untuk cari tahu lebih dalam dan mau belajar. Menjadi seorang audio visual producer seperti beliau tidaklah dituntut untuk bisa menggambar, hanya saja diharapakan mampu menuangkan atau mengungkapkan segala pemikiran yang ada atau ide-ide mengenai seperti apa gambaran iklan yang ingin dibuat. Persoalan- persoalan dari segi artistik, sentuhan kreativitas lain, rancangan gambar, musik, bahkan hal-hal lainnya merupakan tugas dari pekerja dengan posisi lainnya.
Beliau juga memiliki tanggung jawab dari awal mula suatu iklan diproses. Mulai dari pengawasan terhadap pegawai pekerja lainnya,dsb. Bilamana ada suatu hal yang dirasa perlu direvisi, maka langsung ditujukan kepada bagian production management.
Beliau mangatakan bahwa begitu banyak pengalaman yang telah diperoleh selama bekerja. Berbagai hal telah dirasakan oleh beliau, entah itu suka maupun duka. Beliau merasa beruntung bahwa saat menjalani pekerjaan yang digeluti sekarang, beliau memiliki banyak teman dari berbagai kalangan antara lain seperti actor / aktris, sutradara,dsb, yang belum tentu bisa dialami oleh semua orang. Selain itu beliau mendapatkan banyak koneksi. Dan bagian yang sangat digemari oleh beliau yakni dapat jalan-jalan ke luar kota atau luar negeri secara cuma - cuma apabila mendapatkan penugasan dari kantor dan apabila ada pekerjaan yang benar-benar menuntut untuk diselesaikan tidak di dalam kota atau dalam negeri. Selain itu beliau merasakan kenyaman yang cukup signifikan saat bekerja pada advertising agency antara lain karena pakaian yang digunakan tidak harus formal, cara bekerja juga tidak terlalu monoton atau diharuskan formal, peraturan – peraturan seperti jam masuk kantor dan hal – hal lainnya juga tidak seketat perusahaan-perusahan lain pada umumnya. Bisa saja pekerjaan dilakukan di luar kantor bersama teman, sambil jalan-jalan atau minum kopi di cafĂ©, namun pekerja tetap harus membuat laporan tentang aktivitas - aktivitas yang dilakukan di luar kantor. Pekerja diharapkan berada di kantor selama 8 jam, dengan waktu masuk kantor pukul 08.30. Namun beliau mengatakan bahwa waktu masuk kantor tidak seketat perusahaan lain, contohnya apabila ada sebagian pekerja yang baru bisa bekerja / menuangkan segala pemikiran atau ide – idenya pada siang ataupun sore hari, bisa saja dilakukan seperti itu. Rata – rata pekerja pun pulang pada malam hari karena banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.
Yang dituntut dari suatu advertising agency bukanlah suatu ke-formal-an dalam bekerja, melainkan pekerjaan dapat dilakukan secara bebas asalkan apa yang menjadi permintaan klien terpenuhi dengan baik dan waktu menyelesaikan suatu pekerjaan harus benar-benar tepat waktu atau on time.
Namun, semua hal yang dilakukan tentu saja juga memiliki kekurangan. Menurut beliau, bekerja pada bidang yang digeluti saat ini haruslah mempersiapkan kondisi fisik secara baik karena apabila pekerjaan sedang menumpuk, beliau bisa saja tidak tidur, waktu untuk beristirahat sangat kurang. Sehingga apabila kondisi badan tidak terjaga dengan baik akan mempengaruhi kinerja kerja. Beliau juga mengatakan bahwa bekerja pada advertising agency itu sebenarnya tidak ada libur karena harus standby terus menangani pekerjaan, proses produksi iklan yang diminta oleh klien.
Bekerja sama. Ya, itu merupakan salah satu kunci terpenting dari posisi pekerjaan yang beliau jalankan. Menjalin kerjasama yang baik dengan tim kreatif terutama, juga dengan tim – tim lainnya. Di mana pada suatu proses iklam tim creative melakukan proda dan bagian produksi menjalankan tugasnya untuk me-retouching suatu iklan yang akan diproduksi. Semua itu dimaksudkan agar pekerjaan dapat terselesaikan dengan sebaik - baiknya. Selain itu, menjaga nama baik juga sangat penting agar tidak merusak citra kita sendiri. Karena apabila citra kita baik dan memiliki kinerja serta prestasi yang baik pula, maka penghargaan dari orang lain akan terus berdatangan kepada kita dan akan membuat kita akan semakin dikenal. Namun sebalikya, apabila nama kita sudah tercoreng walaupun karena hal yang sedikit saja, maka akan merusak image kita dan akan menjadi bahan pembicaraan orang banyak di kantor. Hal itu tentu saja sangat tidak menyenangkan dan membuat kita tidak nyaman untuk proses kerja selanjutnya.
Hasil kinerja yang sangat baik akan mendapatkan apresiasi atau penghargaan dalam ajang pariwara yang beliau katakan diadakan setiap tahunnya. Pada kesempatan itulah, hasil-hasil karya terbaik akan dimunculkan sebagai pemenang dalam pariwara. Beliau mengungkapkan bahwa suatu kebanggaan yang sangat besar apabila dapat memenangkan pariwara karena itu dapat membuat si pemenang menjadi lebih dikenal oleh orang banyak atas prestasinya yang baik dan gemilang.
Apabila kita tidak memiliki latar belakang bidang advertising seperti beliau, bukan suatu hal yang mustahil bagi kita untuk memasuki dunia advertising. Beliau mengatakan, yang terpenting adalah kemauan yang keras untuk belajar dan mau mencari tahu tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan yang dijalankan. Seperti yang beliau lakukan pada awal mula beliau bekerja, diakui bahwa beliau banyak belajar dari orang lain yang sudah lebih berpengalaman, bertanya - tanya tentang hal – hal yang berkaitan dengan pekerjaan beliau, dan terjun langsung untuk melihat bagaimana suatu pekerjaan dilakukan. Beliau berpesan agar jangan sampai kita terlihat seperti orang yang tidak tahu apa-apa saat bekerja pada perusahaan multinational, kepercayaan diri kita yang besar harus bisa ditonjolkan saat itu dan kita harus merasa yakin bahwa kita bisa melakukan bidang pekerjaan kita dengan baik dan maksimal.
Sekarang ini, beliau juga tidak sungkan untuk membantu serta membimbing para pekerja yang sedang magang di perusahaan tempat beliau bekerja. Beliau memberikan pengajaran kepada para pekerja tersebut dan biasanya mengajak mereka untuk ikut serta atau terjun langsung bersama beliau saat sedang bekerja, agar mereka dapat mengetahui secara lansung dan lebih memahami dengan lebih mendalam mengenai suatu pekerjaan.
Setiap tahunnya perusahaan membuat job description mengenai kinerja yang harus dilakukan perusaan dalam satu tahun itu. Total pemasukan pun harus ditargetkan dan harus dinaikan setiap tahunnya agar dapat ditunjukan adanya progress ke arah yang lebih baik. Setiap tahunnya perusaahan bisa menangani sampai 10 iklan atau bahkan mungkin lebih. Tergantung pemintaan dari klien.
Klien yang ingin ingin membuat iklan harus memberitahukan jauh – jauh sebelumnya agar iklan dapat dipersiapkan dengan lebih matang. Setelah klien mengajukan permohonan pembuatan iklan dan memberikan sedikit gambaran tentang bagaimana iklan yang diinginkan, maka masing-masing bagian dari advertising agency memiliki tugas masing – masing yang harus dikerjakan. Kemudian dibuatlah selomatic (gambar berjalan) dengan beberapa pilihan yang berbeda (biasanya sekitar 4 pilihan) untuk ditunjukan kepada klien dan saat itu klien memilih yang mana yang paling pas atau cocok dengan brand mereka. Namun, bisa saja klien tidak menyukai ke- 4 pilihan tersebut, maka advertising agency harus membuat konsep iklan yang baru lagi,memutar otak lagi. Dan tentunya klien pun harus membayar lagi pekerjaan tersebut. Begitu pula apabila ada story board yang ternyata kebetulan mirip dengan perusahaan lain, maka akan sesegera mungkin memikirkan konsep yang baru lagi dan itu akan membuat para pekerja dari advertising agency yang dipilih harus bekerja keras. Klien pun harus membayar lagi karena kesalahan bukan terletak pada advertising agency, namun bisa saja pemikiran manusia yang memang hampir mirip.
Beliau mengungkapkan bahwa dirinya merasa beruntung mendapatkan pekerjaan seperti sekarang. Beliau terlihat sangat menikmati setiap pekerjaan yang diberikan kepadanya karena memang sesuai dengan dunia yang diinginkan. Meskipun terkadang bertemu keluarga saja singkat, namun keluarga pun sudah memahami pekerjaan yang beliau tekuni. Jadi tidak ada yang protes, ungkapnya. Terlepas dari itu, pekerjaan di bidang advertising juga cukup menjanjikan dalam hal keuangan yang dibayarkan dalam setiap pekerjaan. Semua pekerjaan yang dilakukan dapat terbayarkan dengan baik sehingga usaha, kerja keras, waktu yang telah banyak tersita tidak sia – sia begitu saja. Semua mendapatkan balasan yang setimpal. Sehingga tak perlu dikhawatirkan.
Beliau mengakui bahwa masih ingin terus belajar, menggali ilmu karena teknologi semakin lama semakin terus maju. Ia pun mengungkapkan keinginannya untuk belajar dan mendalami digital imaging karena itu adalah salah satu yang sedang trend pada dunia advertising sekarang ini.
Di sela – sela perbincangan kami, beliau mengungkapkan salah satu hal yang cukup berkesan dari sekian banyak pengalaman mengesankan yang telah dialami beliau, yakni saat syuting iklan tahun lalu bersama Christian Sugiono yang dilkukan di Anyer selama 4 hari 3 malam, mulai dari full grade, offline, online, mixing, baru setelah itu release. Beliau tidak menyangka bahwa seorang Christian Sugiono memiliki sifat dan kelakuan yang sangat baik, berbeda dengan artis lainnya yang juga sudah pernah diajak bekerja sama. Ia sangat ramah, mau bergaul dengan semua crew pekerja. Bisa membawa pekerjaan dengan santai, juga dengan keramahannya yang luar biasa sehingga membuat para pekerja ikut bisa santai dalam bekerja dan semua merasa senang sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik.
“Wah.. dapat kepuasan yang tidak bisa terbayangkan rasanya”, ungkap beliau saat menjawab pertanyaan yang saya ajukan mengenai bagaimana apabila suatu iklan sudah jadi dan berhasil ditayangkan.
Saya merasa cukup tertarik dengan bidang yang beliau tekuni karena saya melihat adanya peranan yang cukup penting dalam posisi / bagian ini. Melihat dari kenyatan pada diri saya yang tidak terlalu bisa gambar atau tidak terlalu memahami computer grafik, maka saya rasa posisi ini pas bagi saya. Dan yang paling penting karena saya menyukai traveling dan pada posisi ini memungkinkan hal itu terjadi. Sungguh menyenangkan sepertinya.
Perbincangan yang sangat menyenangkan dan juga membuat saya menjadi semakin tertarik untuk terjun pada bidang advertising nantinya. Setelah kurang lebih 1 jam kami berbincang, akhirnya saya mengakhiri wawancara tersebut dan kemudian saya berfoto bersama beliau.



-TYH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar