Mengenai Saya

Foto saya
just an ordinary women. i'm an ambitious especially to get and reach my dream on my life. I wanna make my parent and my family also to be happy and proud of me. Never give up to make my dream come true :)
Kita datang atas nama cinta
Cinta seakan tak pernah ada habisnya
Andai saja aku bisa meminta
Aku ingin membuat hati setiap orang penuh dengan cinta
Hanya cinta yang bisa mengubah segalanya
Andai saja cinta itu masih ada
Dunia kan damai senantiasa

-TYH

Love Our Original Culture

Indonesia is a country of rich culture and art. There are so many beautiful art in this country. As a Javanese people, we may loosing touch of our original heritage. So, we must do something to sustain Indonesian culture, especially Java culture. We can develop a traditional music orchestra like gamelan show that we called Karawitan. It is important to let our next generation know about the original music like Karawitan because if we not do that, the original entertainment like that will be extinct as soon as possible. The other reason, it will make tourism interest to visit Indonesia because they can hear the originality music of Indonesia. We can also educate young people to learn about our culture and make them interest with this entertainment, so they will like and love Indonesian culture than western culture. If they loved the Indonesian culture, they will also keep it carefully. It would be great if we can be a part to develop this entertainment to sustain Indonesian culture


-TYH

Membuat Saya Lebih Tertantang

Jumat, 30 Januari 2009. Ya, pada hari itulah akhirnya saya mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai seseorang yang sudah sekian lama bergelut pada dunia advertising. Pada sore hari nan cerah itu, saya mendatangi kantor beliau seusai menjalankan presentasi final dari kampus London School. Sungguh merupakan suatu hal yang sangat menyenangkan bagi saya khususnya, dapat berbagi banyak cerita dan pengalaman dengan seseorang yang sudah memiliki berbagai pengalaman mengenai bidang advertising.
Pada kesempatan sore itu, saya berhasil mewancarai seorang wanita berumur 39 tahun yang masih sangat terlihat energik dan dengan pembawaan yang ramah serta masih terlihat memiliki jiwa muda. Beliau menyambut kedatangan saya dengan penuh keramahan. Rachel. S. Walangitang namanya. Beliau sudah 13 tahun menjadi seorang audio visual producer pada beberapa advertising agency yang berbeda - beda.
Saat ini, beliau bergabung dengan Matari Advertising Agency, yang terletak di kawasan H.R. Rasuna Said, Jakarta. Beliau mengatakan bahwa sudah hampir 6 tahun lamanya bergabung dengan Matari Advertising ini. Advertising agency ini sudah pernah menangani pembuatan iklan beberapa brand terkemuka seperti Sosro, BRI, Konimex, Gatsby, Indofood, dsb.
Pada awal mulanya beliau bukanlah seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan dengan jurusan advertising, melainkan beliau mengambil mata kuliah dengan jurusan management. Memang suatu hal yang sangat bertolak belakang. Beliau mengatakan bahwa tidak ada sangkut pautnya sedikitpun antara pelajaran yang beliau dapatkan selama menduduki bangku kuliahnya dahulu dengan pekerjaan yang digelutinya sekarang ini. Namun tidak ada sedikitpun rasa penyesalan yang timbul dari dalam diri beliau.
Beliau mulai tertarik dengan dunia advertising saat diajak bekerja oleh kakak ipar yang kebetulan memiliki rumah produksi. Saat itu beliau bekerja selama 2 tahun sebagai assistant production. Selain itu, beliau juga pernah bekerja di perushaan Mc. Cain Ericsson. Setelah itu, barulah beliau mulai mencoba untuk bekerja di advertising agency. Saat itu pun, beliau menceritakan bahwa beliau mendapat tawaran dari seorang teman dekat. Kemudian beliau merasa tertarik dan kemudian mendatangi perusahaan tersebut serta mengikuti beberapa tahapan tes masuk seperti tes IQ, tes kesehatan, dan juga tanya jawab. Setelah melalui beberapa tahapan tes, akhirnya beliau berhasil diterima pada perusahaan tersebut. Dengan tidak memiliki latar belakang bidang edvertising sedikit pun, tidak lantas membuat beliau merasa canggung, atau pun rendah diri, melaikan beliau berusaha untuk terlihat tampil dengan kepercayaan diri yang tinggi agar tidak mendapatkan anggapan rendah dari orang lain, tentunya dengan mau belajar dengan sungguh - sungguh. Lama kelamaan mulailah beliau menjadi semakin tertarik dan merasa nyaman dengan dunia advertising.
Menjadi seorang audio visual producer seperti beliau saat ini tidaklah mudah. Namun memiliki tanggung jawab yang besar karena menjadi penghubung semua rumah produksi sampai saat proses penyelesaian atau finishing suatu produksi iklan yang diinginkan. Pekerjaan yang berhubungan dengan produksi iklan. Bagian tempat beliau bekerja biasa disebut dengan dapur produksi. Dengan beberapa proses yang antara lain tim creative membuat konsep iklan dengan rancangan dan ide- ide yang diinginkan kemudian apabila sudah di approve, barulah diserahkan ke bagian produksi dan bagian produksilah yang menyelesaikan iklan tersebut dengan tahap penyempurnaan sampai iklan benar-benar dapat diproduksi. Untuk bagian print ad, bisa langsung mengerjakan pekerjaan mereka, memilih fotographer. Kalau gambar sudah berhasil didapatkan, barulah mencari rumah produksi (Production House).
Bekerja menjadi seorang audio visual producer pada advertising agency seperti beliau haruslah memiliki disiplin waktu yang baik serta rasa tanggung jawab yang baik pula. Karena bukanlah suatu pekerjaan yang main – main melainkan pekerjaan yang cukup berat. Tidak ada kata untuk mengulur-ulur waktu, harus sangat menghargai waktu. Waktu merupakan bagian dari setiap pekerjaan yang harus diselesaikan dengan baik dan tepat.
Untuk bekerja pada bidang yang dijalankan beliau sekarang ini, tentunya perlu suatu kemampuan terutama dalam mengelola waktu, kemudian lebih banyak mengetahui hal – hal yang berkaitan dengan proses produksi, pandai bergaul, kreatif, memiliki keinginan besar untuk cari tahu lebih dalam dan mau belajar. Menjadi seorang audio visual producer seperti beliau tidaklah dituntut untuk bisa menggambar, hanya saja diharapakan mampu menuangkan atau mengungkapkan segala pemikiran yang ada atau ide-ide mengenai seperti apa gambaran iklan yang ingin dibuat. Persoalan- persoalan dari segi artistik, sentuhan kreativitas lain, rancangan gambar, musik, bahkan hal-hal lainnya merupakan tugas dari pekerja dengan posisi lainnya.
Beliau juga memiliki tanggung jawab dari awal mula suatu iklan diproses. Mulai dari pengawasan terhadap pegawai pekerja lainnya,dsb. Bilamana ada suatu hal yang dirasa perlu direvisi, maka langsung ditujukan kepada bagian production management.
Beliau mangatakan bahwa begitu banyak pengalaman yang telah diperoleh selama bekerja. Berbagai hal telah dirasakan oleh beliau, entah itu suka maupun duka. Beliau merasa beruntung bahwa saat menjalani pekerjaan yang digeluti sekarang, beliau memiliki banyak teman dari berbagai kalangan antara lain seperti actor / aktris, sutradara,dsb, yang belum tentu bisa dialami oleh semua orang. Selain itu beliau mendapatkan banyak koneksi. Dan bagian yang sangat digemari oleh beliau yakni dapat jalan-jalan ke luar kota atau luar negeri secara cuma - cuma apabila mendapatkan penugasan dari kantor dan apabila ada pekerjaan yang benar-benar menuntut untuk diselesaikan tidak di dalam kota atau dalam negeri. Selain itu beliau merasakan kenyaman yang cukup signifikan saat bekerja pada advertising agency antara lain karena pakaian yang digunakan tidak harus formal, cara bekerja juga tidak terlalu monoton atau diharuskan formal, peraturan – peraturan seperti jam masuk kantor dan hal – hal lainnya juga tidak seketat perusahaan-perusahan lain pada umumnya. Bisa saja pekerjaan dilakukan di luar kantor bersama teman, sambil jalan-jalan atau minum kopi di cafĂ©, namun pekerja tetap harus membuat laporan tentang aktivitas - aktivitas yang dilakukan di luar kantor. Pekerja diharapkan berada di kantor selama 8 jam, dengan waktu masuk kantor pukul 08.30. Namun beliau mengatakan bahwa waktu masuk kantor tidak seketat perusahaan lain, contohnya apabila ada sebagian pekerja yang baru bisa bekerja / menuangkan segala pemikiran atau ide – idenya pada siang ataupun sore hari, bisa saja dilakukan seperti itu. Rata – rata pekerja pun pulang pada malam hari karena banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.
Yang dituntut dari suatu advertising agency bukanlah suatu ke-formal-an dalam bekerja, melainkan pekerjaan dapat dilakukan secara bebas asalkan apa yang menjadi permintaan klien terpenuhi dengan baik dan waktu menyelesaikan suatu pekerjaan harus benar-benar tepat waktu atau on time.
Namun, semua hal yang dilakukan tentu saja juga memiliki kekurangan. Menurut beliau, bekerja pada bidang yang digeluti saat ini haruslah mempersiapkan kondisi fisik secara baik karena apabila pekerjaan sedang menumpuk, beliau bisa saja tidak tidur, waktu untuk beristirahat sangat kurang. Sehingga apabila kondisi badan tidak terjaga dengan baik akan mempengaruhi kinerja kerja. Beliau juga mengatakan bahwa bekerja pada advertising agency itu sebenarnya tidak ada libur karena harus standby terus menangani pekerjaan, proses produksi iklan yang diminta oleh klien.
Bekerja sama. Ya, itu merupakan salah satu kunci terpenting dari posisi pekerjaan yang beliau jalankan. Menjalin kerjasama yang baik dengan tim kreatif terutama, juga dengan tim – tim lainnya. Di mana pada suatu proses iklam tim creative melakukan proda dan bagian produksi menjalankan tugasnya untuk me-retouching suatu iklan yang akan diproduksi. Semua itu dimaksudkan agar pekerjaan dapat terselesaikan dengan sebaik - baiknya. Selain itu, menjaga nama baik juga sangat penting agar tidak merusak citra kita sendiri. Karena apabila citra kita baik dan memiliki kinerja serta prestasi yang baik pula, maka penghargaan dari orang lain akan terus berdatangan kepada kita dan akan membuat kita akan semakin dikenal. Namun sebalikya, apabila nama kita sudah tercoreng walaupun karena hal yang sedikit saja, maka akan merusak image kita dan akan menjadi bahan pembicaraan orang banyak di kantor. Hal itu tentu saja sangat tidak menyenangkan dan membuat kita tidak nyaman untuk proses kerja selanjutnya.
Hasil kinerja yang sangat baik akan mendapatkan apresiasi atau penghargaan dalam ajang pariwara yang beliau katakan diadakan setiap tahunnya. Pada kesempatan itulah, hasil-hasil karya terbaik akan dimunculkan sebagai pemenang dalam pariwara. Beliau mengungkapkan bahwa suatu kebanggaan yang sangat besar apabila dapat memenangkan pariwara karena itu dapat membuat si pemenang menjadi lebih dikenal oleh orang banyak atas prestasinya yang baik dan gemilang.
Apabila kita tidak memiliki latar belakang bidang advertising seperti beliau, bukan suatu hal yang mustahil bagi kita untuk memasuki dunia advertising. Beliau mengatakan, yang terpenting adalah kemauan yang keras untuk belajar dan mau mencari tahu tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan yang dijalankan. Seperti yang beliau lakukan pada awal mula beliau bekerja, diakui bahwa beliau banyak belajar dari orang lain yang sudah lebih berpengalaman, bertanya - tanya tentang hal – hal yang berkaitan dengan pekerjaan beliau, dan terjun langsung untuk melihat bagaimana suatu pekerjaan dilakukan. Beliau berpesan agar jangan sampai kita terlihat seperti orang yang tidak tahu apa-apa saat bekerja pada perusahaan multinational, kepercayaan diri kita yang besar harus bisa ditonjolkan saat itu dan kita harus merasa yakin bahwa kita bisa melakukan bidang pekerjaan kita dengan baik dan maksimal.
Sekarang ini, beliau juga tidak sungkan untuk membantu serta membimbing para pekerja yang sedang magang di perusahaan tempat beliau bekerja. Beliau memberikan pengajaran kepada para pekerja tersebut dan biasanya mengajak mereka untuk ikut serta atau terjun langsung bersama beliau saat sedang bekerja, agar mereka dapat mengetahui secara lansung dan lebih memahami dengan lebih mendalam mengenai suatu pekerjaan.
Setiap tahunnya perusahaan membuat job description mengenai kinerja yang harus dilakukan perusaan dalam satu tahun itu. Total pemasukan pun harus ditargetkan dan harus dinaikan setiap tahunnya agar dapat ditunjukan adanya progress ke arah yang lebih baik. Setiap tahunnya perusaahan bisa menangani sampai 10 iklan atau bahkan mungkin lebih. Tergantung pemintaan dari klien.
Klien yang ingin ingin membuat iklan harus memberitahukan jauh – jauh sebelumnya agar iklan dapat dipersiapkan dengan lebih matang. Setelah klien mengajukan permohonan pembuatan iklan dan memberikan sedikit gambaran tentang bagaimana iklan yang diinginkan, maka masing-masing bagian dari advertising agency memiliki tugas masing – masing yang harus dikerjakan. Kemudian dibuatlah selomatic (gambar berjalan) dengan beberapa pilihan yang berbeda (biasanya sekitar 4 pilihan) untuk ditunjukan kepada klien dan saat itu klien memilih yang mana yang paling pas atau cocok dengan brand mereka. Namun, bisa saja klien tidak menyukai ke- 4 pilihan tersebut, maka advertising agency harus membuat konsep iklan yang baru lagi,memutar otak lagi. Dan tentunya klien pun harus membayar lagi pekerjaan tersebut. Begitu pula apabila ada story board yang ternyata kebetulan mirip dengan perusahaan lain, maka akan sesegera mungkin memikirkan konsep yang baru lagi dan itu akan membuat para pekerja dari advertising agency yang dipilih harus bekerja keras. Klien pun harus membayar lagi karena kesalahan bukan terletak pada advertising agency, namun bisa saja pemikiran manusia yang memang hampir mirip.
Beliau mengungkapkan bahwa dirinya merasa beruntung mendapatkan pekerjaan seperti sekarang. Beliau terlihat sangat menikmati setiap pekerjaan yang diberikan kepadanya karena memang sesuai dengan dunia yang diinginkan. Meskipun terkadang bertemu keluarga saja singkat, namun keluarga pun sudah memahami pekerjaan yang beliau tekuni. Jadi tidak ada yang protes, ungkapnya. Terlepas dari itu, pekerjaan di bidang advertising juga cukup menjanjikan dalam hal keuangan yang dibayarkan dalam setiap pekerjaan. Semua pekerjaan yang dilakukan dapat terbayarkan dengan baik sehingga usaha, kerja keras, waktu yang telah banyak tersita tidak sia – sia begitu saja. Semua mendapatkan balasan yang setimpal. Sehingga tak perlu dikhawatirkan.
Beliau mengakui bahwa masih ingin terus belajar, menggali ilmu karena teknologi semakin lama semakin terus maju. Ia pun mengungkapkan keinginannya untuk belajar dan mendalami digital imaging karena itu adalah salah satu yang sedang trend pada dunia advertising sekarang ini.
Di sela – sela perbincangan kami, beliau mengungkapkan salah satu hal yang cukup berkesan dari sekian banyak pengalaman mengesankan yang telah dialami beliau, yakni saat syuting iklan tahun lalu bersama Christian Sugiono yang dilkukan di Anyer selama 4 hari 3 malam, mulai dari full grade, offline, online, mixing, baru setelah itu release. Beliau tidak menyangka bahwa seorang Christian Sugiono memiliki sifat dan kelakuan yang sangat baik, berbeda dengan artis lainnya yang juga sudah pernah diajak bekerja sama. Ia sangat ramah, mau bergaul dengan semua crew pekerja. Bisa membawa pekerjaan dengan santai, juga dengan keramahannya yang luar biasa sehingga membuat para pekerja ikut bisa santai dalam bekerja dan semua merasa senang sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik.
“Wah.. dapat kepuasan yang tidak bisa terbayangkan rasanya”, ungkap beliau saat menjawab pertanyaan yang saya ajukan mengenai bagaimana apabila suatu iklan sudah jadi dan berhasil ditayangkan.
Saya merasa cukup tertarik dengan bidang yang beliau tekuni karena saya melihat adanya peranan yang cukup penting dalam posisi / bagian ini. Melihat dari kenyatan pada diri saya yang tidak terlalu bisa gambar atau tidak terlalu memahami computer grafik, maka saya rasa posisi ini pas bagi saya. Dan yang paling penting karena saya menyukai traveling dan pada posisi ini memungkinkan hal itu terjadi. Sungguh menyenangkan sepertinya.
Perbincangan yang sangat menyenangkan dan juga membuat saya menjadi semakin tertarik untuk terjun pada bidang advertising nantinya. Setelah kurang lebih 1 jam kami berbincang, akhirnya saya mengakhiri wawancara tersebut dan kemudian saya berfoto bersama beliau.



-TYH

Mata Kuliah Intro. to Comm. Science Berguna

Melalui mata kuliah Introduction to Communication Science yang saya dapatkan di kampus STIKOM The London School of Public Relations Jakarta pada waktu semester satu yang lalu, saya merasa senang telah mendapatkan banyak wawasan dan pengetahuan tentang pengertian atau definisi komunikasi dan berbagai macam komunikasi, juga konsep komunikasi, model, jenis dan masih banyak hal lainnya yang berhubungan dengan komunikasi khususnya mengenai bagaimana cara – cara berkomunikasi dengan baik dan benar sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman antara satu orang dengan yang lainnya mengingat komunikasi merupakan sebuah elemen penting dalam hidup ini. Karena kita mengetahui bahwa masalah komunikasi yang paling besar yang sering terjadi adalah akibat adanya kesalahpahaman, juga salah pengertian dari masing – masing individu yang memiliki perbedaan persepsi.
Melalui mata kuliah ini, saya pun dapat mengetahui secara lebih mendalam mengenai bagaimana cara berkomunikasi yang baik saat tampil di depan umum, saat menghadapi rekan kerja, tamu, komunikasi yang baik dengan keluarga, teman, pasangan dan sebagainya. Etika bagaimana berkomunikasi secara benatr dan tepat yang telah diajarkan dalam mata kuliah ini tentunya sangat bermanfaat bagi saya karena itu semua dapat menjadi bekal bagi saya untuk memperbaiki kekurangan dalam berkomunikasi yang selama ini mungkin masih menjadi masalah bagi kehidupan saya.
Saya menyadari benar bahwa salah satu hal yang terpenting dalam hidup ini adalah komunikasi. Selama hidup masih berlangsung, komunikasi tidak akan pernah luput dari kehidupan kita. Dalam situasi dan kondisi apapun pasti kita semua diharuskan untuk sentiasa berkomunikasi maupun berinteraksi dengan orang – orang yang berada di sekeliling kita. Tidak dapat kita bayangkan tentunya apabila komunikasi harus terhenti di peradaban muka bumi ini. Pasti akan terjadi kekacauan.
Selain itu, manusia juga harus dapat bersosialisasi antar satu sama lain untuk dapat mengembangkan dirinya dan juga untuk mencari jati dirinya. Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan sesamanya dalam hidup. Setiap manusia tidak dapat berdiri sendiri untuk melangsungkan kehidupannya.
Oleh karena itulah, pengetahuan tentang komunikasi sangatlah penting untuk dipelajari oleh kita semua agar satu sama lain dapat lebih dapat saling memahami bagaimana satu sama lain harus membawa diri mereka dalam berkomunikasi secara benar dan berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari kesalahpahaman untuk serta merta dapat sedikit mengurangi konflik yang sering terjadi akibat salah pengertian.
Komunikasi dapat mempengaruhi segala aspek kehidupan. Komunikasi merupakan sarana yang cukup penting dan signifikan dalam kehidupan ini. Oleh karena itu apabila setiap mahasiswa, khususnya saya mampu menerima secara baik mata kuliah ini dan mampu mengaplikasikannya pada kehidupan serta pergaulan sehari – hari, maka pastinya akan cukup berarti karena segala sesuatu haruslah dimulai dari diri sendiri. Karena kalu tidak dimulai dari kita terlebih dahulu siapa yang kemudian akan memulainnya.
Saya merasakan manfaat yang cukup besar pada mata kuliah ini karena saya dapat mempergunakannya secara nyata dalam kehidupan saya ke depannya khususnya ke arah yang lebih baik lagi dari sebelumnya dalam hal pematangan konsep komunikasi yang baik yang harus dilakukan.

-TYH

Proses Komunikasi yang Saya Alami Sejak Kecil hingga Dewasa Berkaitan dengan Konsep Diri

Dari sejak berada dalam kandungan, manusia tentu saja mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang bertahap setiap harinya. Setelah berada dalam kandungan 9 bulan lamanya, kemudian manusia lahir ke dunia. Hari demi hari berlalu sehingga seorang anak mulai tumbuh dan mulai belajar memahami berbagai hal. Dari semenjak dalam kandungan itulah sebenarnya proses komunikasi telah dimulai.

Ketika masih berada dalam kandungan, kedua orang tua bercerita bahwa dahulu terkadang mereka mengajak berbicara saya perlahan – lahan, memberikan kata - kata ungkapan sayang dan berpesan agar kelak saya dapat menjadi anak yang berguna. Saat itu, komunikasi yang terjadi tentu saja merupakan komunikasi yang bersifat satu arah. Selain itu mereka juga sering memperdengarkan musik - musik klasik maupun lagu - lagu slow kepada saya waktu itu dan pada saat mendengar musik perut ibu saya pun bergejolak dengan lebih cepat, pertanda saya sangat senang mendengarkan musik itu.

Kemudian setelah saya lahir, walaupun saya belum dapat berbicara, namun ayah dan ibu pun tak sungkan untuk seringkali mengajak saya berbicara, berkomunikasi satu arah. Saat menggendong dan menimang saya pun mereka seringkali memberikan berbagai ungkapan tanda cinta dan sayang mereka, juga memberitahukan hal – hal yang akan dilakukan oleh mereka terhadap saya. Contohnya saat ingin memandikan, saat ingin mengganti popok, saat ingin menyusui, dan sebagainya. Mereka tidak diam begitu saja dalam mengasuh.

Bulan demi bulan berlalu sehingga saya pun mulai semakin tumbuh. Tahun pertama semenjak saya lahir, saya mulai ingin mencari tahu mengenai berbagai hal. Saya mulai bisa sedikit demi sedikit berbicara saat saya berusia 9 bulan, walaupun masih hanya sekedar kata – kata sederhana. Termasuk dalam kategori yang cukup cepat saya bisa berbicara. Semua itu juga merupakan peran dari kedua orang tua saya yang selalu menjalin komunikasi dengan saya setiap harinya walaupun hanya komunikasi satu arah. Mereka mulai mengajari dan memilah – milah kata – kata yang baik untuk saya ingat satu persatu. Akhirnya setelah beberapa bulan dari sejak saat itu pun saya sudah mulai fasih berbicara. Bahkan kata mereka, dulu saya termasuk anak kecil yang ceriwis atau cerewet.

Tahun demi tahun pun berlalu. Komunikasi pun berjalan dan terjalin dengan baik antara saya dengan kedua orang tua saya maupun dengan kakak – kakak saya di rumah. Mereka dengan setia mengajari saya kata demi kata. Setiap harinya ada kosakata baru yang bertambah.

Sehingga saat masuk taman kanak – kanak saya sudah benar – benar pandai berbicara. Masa – masa kecil saya diisi dengan proses komunikasi yang cukup baik dari keluarga. Dari keluargalah saya mulai belajar mengenai banyak hal.

Saya merasa bahwa ibu saya merupakan seseorang yang paling berpengaruh dalam pengembangan proses komunikasi yang saya alami dari sejak awal atau sejak kecil. Karena beliau bertemu dengan saya secara lebih intensif dirumah karena ibu tidak lagi bekerja kantoran semenjak saya lahir. Beliau mengajarkan pada saya tentang banyak hal. Beliau pun berpesan kepada saya untuk selalu menceritakan atau mengkomunikasikan kepadanya apapun yang sedang saya alami. Sehingga hingga saat ini bileh dikatakan saya bisa dapat cukup terbuka mengenai segala peristiwa yang terjadi pada diri saya termasuk di dalamnya mengenai masalah dengan teman – teman di sekolah, dan lainnya.

Terkadang kami sekeluarga juga sering berkumpul bersama, berbagi cerita ataupun bersenda gurau, semua itu dimaksudkan agar komunikasi antar keluarga terjalin dengan baik. Ayah dan ibu menganggap saya seperti teman mereka sendiri sehingga saya pun bisa bertanya atau menceritakan apa yang sedang saya alami, berbagi keluh kesah maupun pengalaman. Mereka pun senantiasa mau memberikan jawaban atas pertanyaan – pertanyaan yang saya ajukan terhadap mereka dan juga mau menerima pendapat yang saya berikan. Mereka tidak memiliki anggapan bahwa orang tua selalu yang paling benar.

Ayah dan ibu selalu mengkomunikasikan mengenai hal – hal yang mungkin mereka tidak sukai, apa yang salah dari saya mereka ungkapkan melalui komunikasi yang baik.

Saya pun juga terkadang menjadi tempat ayah, ibu, maupun kakak saat mereka ingin mencurahkan isi hati mereka dan terkadang saya pun juga pernah menjadi penenang mereka kala itu.

Satu hal yang paling penting yakni tata krama dan sopan santun dalam berkomunikasi, terutama dengan orang yang lebih dewasa selalu dijunjung tinggi dan diajarkan oleh kedua orang tua saya dari sejak dulu.

Mungkin karena itulah saat ini saya menjadi seseorang yang kerap kali berpikir cukup kritis mengenai suatu hal dan saya merupakan pribadi yang terbuka, peka terhadap segala sesuatu dan selalu berusaha santun dalam berbicara. Karena dalam keluarga saya tidak lazim menggunakan kata-kata kasar sehingga itupun terbawa kepada pergaulan saya hingga saat ini.


-TYH

Who I Am?

Saya merupakan seorang wanita yang dilahirkan pada tanggal 30 Juli 1989 dari hasil buah pernikahan Filipus Harry Wiryono dan Inge Andrianti, yang merupakan kedua orang tua saya. Saya dilahirkan di Jakarta tepatnya di Rumah Sakit Suku Dinas (Sudin), Radio Dalam. Pada waktu itu, Ibu berhasil melakukan persalinan normal pada waktu subuh, sehingga pada saat itulah saya lahir dan bisa merasakan dunia ini. Dari kecil saya merasa sudah banyak dianugerahi keberuntungan oleh Tuhan. Salah satu contohnya adalah saya bisa dilahirkan gratis di rumah sakit tempat saya dilahirkan. Ibu saya bilang karena saat itu Ibu mengalami kegagalan spiral ( sebuah alat Keluarga Berencana) yang merupakan salah satu program pemerintah. Walaupun mungkin karena hal yang demikian, saya tetap merasa bahwa itu merupakan suatu keberuntungan bagi saya.

Bayi mungil yang lahir selamat dengan lilitan tali pusar di leher. Menurut kepercayaan ayah saya yang merupakan bagian dari orang Jawa, itu merupakan pertanda yang baik bagi sang bayi perempuan yang lahir. Saya sangat bersyukur akan hal itu dan tak luput untuk terus berdoa kepada Tuhan agar hal itu benar adanya. Saya pun diberi nama Theresia Yulia Haryanti. Nama tersebut memiliki arti. Theresia merupakan nama permandian Gereja (Baptis) dan ayah mengharapkan agar kelak saya bisa meneladan cinta kasih Ibu Teresa dari Calcuta, kemudian Yulia diambil dari kata Juli berdasarkan bulan kelahiran saya, dan Haryanti merupakan penggabungan dua nama Ayah dan Ibu saya yakni Harry dan Andrianti. Sebuah makna yang begitu indah yang menjadi harapan kedua orang tua saya kelak pada saat saya tumbuh dewasa.

Kedua orang tua saya mengatakan bahwa mereka sangat bersyukur kepada Tuhan telah dianugerakan putri seperti saya. Saya merupakn putri ke- empat dari empat putri yang dimiliki kedua orang saya. Kakak pertama yang saya miliki bernama Cressentia Nolita, memiliki perbedaan umur yang cukup jauh dengan saya, yakni empat belas tahun. Kakak kedua saya Febri Verawati yang berjarak sembilan tahun dengan saya, dan kakak terakhir Sicilia Ellen Andrianti dengan jarak umur tujuh tahun. Empat bersaudara dengan jenis kelamin yang sama, perempuan. Hal ini membuat ayah saya menjadi pria paling tampan dirumah, dikelilingi lima wanita yakni anak – anak dan istrinya. Ya tentu saja, itu karena Ia hanya seorang diri sebagai pria di rumah. Ini yang membuat keluarga saya unik.

Walaupun demikian, di lain sisi, tersimpan pula hal menyedihkan waktu Ibu saya mengetahui bahwa Ia kembali mengandung. Pada waktu itu, Ibu saya mengalami kegagalan spiral (KB) dan akhirnya jadilah Ia kembali mengandung calon bayi dan itu adalah saya. Pada saat itu, Ibu merasa tidak siap akan kehamilannya. Ia merasa bahwa memiliki tiga orang anak saja sudah sangat cukup dari perkiraan, mengingat pada waktu kehamilan Ibu saat mengandung kakak saya yang ketiga, Ibu juga mengalami kegagalan spiral sehingga pada saat itu sempat terlintas dipikirannya bahwa Ia ingin menggugurkan saya. Namun ketika Ia mengutarakan hal itu kepada Ayah, Ayah sangat menentang keras hal itu. Ayah tidak ingin menetang apa yang sudah menjadi kehendak Tuhan. Menurut ayah ini semua sudah menjadi rencana Tuhan yang tidak akan pernah diketahui ada makna apa dibalik peristiwa ini, namun segalanya akan ditunjukkan oleh-Nya kelak. Sehingga niat untuk menggugurkan saya pun segera diurungkan oleh Ibu saya.

Akhirnya setelah saya lahir, Ayah mengatakan hal yang mendalam sambil menimang-nimang saya : ” walah nduk ,masa anak papi yang cantik gini mau disia-siain sama mami.” Ibulah yang menceritakan hal ini kepada saya dan Ia juga merasa sangat menyesal dengan hal itu. Terkadang kakak saya pun menjadikan hal ini sebagai bahan candaan saat kami bersenda gurau bersama. Namun hal ini tidak menjadikan saya sakit hati atau menaruh dendam kepada Ibu, tetapi justru malah sebaliknya. Saya ingin membuatnya bangga dan menunjukkan kepadanya bahwa saya tidak sia – sia dilahirkan olehnya ke dalam dunia ini. Saya ingin mewujudkan hal itu suatu saat nanti.

Saya dibesarkan di tengah keluarga yang sederhana. Tiga kakak perempuan yang berjarak cukup jauh dengan saya membuat saya menjadi adik kecil yang benar – benar diasuh mereka dengan sepenuh hati. Mereka mengatakan bahwa pada saat Ibu mengandung, mereka sangat tidak menyangka akan memiliki adik kecil lagi disaat usia mereka sudah mulai menginjak masa – masa remaja. Kakak – kakak saya sangat menyayangi saya dan ikut serta merawat saya dengan baik. Bahkan saat mereka berkumpul bersama teman – teman mereka saat bermain atau belajar, saya pun sering diajak saat itu. Menjadi anak bungsu tidak lantas menjadikan saya menjadi seorang anak yang manja. Ayah dan Ibu saya mendidik saya untuk menjadi seorang yang mandiri sejak saya masih kecil.

Saya sangat menyukai hal yang tak tergantikan dengan apapun bagi saya, yakni menyanyi. Dari saya berumur sekitar 3 tahun, Ibu bilang bahwa saya sudah tampak gemar dengan hal tersebut. Saya terus menerus bernyanyi kapan pun dan dimana pun dari sejak kecil. Mulai dari di depan kaca, bahkan sampai di bis kota saat saya dan Ibu saya pergi. Dulu, kedua eyang buyut saya merupakan seorang musisi yang sangat suka terhadap seni. Mungkin darah dan bakat merekalah yang sampai saat ini masih mengalir dan mendarah daging pada saya sehingga saya sangat gemar bernyanyi walaupun kedua orang tua saya sama – sama tidak memiliki bakat menyanyi.

Ibu saya mengajarkan hal – hal yang sangat berarti bagi saya, dan Ia pun juga membuat pribadi saya untuk berani tampil di muka umum. Hal ini tidak mudah bagi setiap orang. Ibu selalu menempa saya dengan hal – hal positif dan tak pernah lelah membimbin saya belajar sehingga saya bisa tumbuh menjadi anak yang cukup berprestasi.

Saya bersekolah TK di Pangudi Luhur, Jakarta Selatan. Diikuti dengan SD dan SMP yang juga di sekolah yang sama. Ibu dan ayah saya mempercayakan saya di bawah naungan sekolah swasta Katolik agar kelak saya bisa lebih disiplin dalam hidup ini. Mereka sadar bahwa kedisiplinan merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk meraih kesuksesan. Maka penting bagi mereka untuk membiasakan agar saya bisa hidup disiplin.

Dari semenjak TK hingga awal SMA, saya mengikuti kelompok paduan suara Pangudi Luhur dan mengikuti berbagai perlombaan mulai dari tingkat sekolah, propinsi, nasional, dan tingkat dunia, yang pada saat itu merupakan ajang World Choir Game 2006 di Xiamen, China, yang mengikutsertakan 19 kontingen dari Indonesia dan puluhan negara di dunia. Hal ini merupakan hal yang tak terlupakan bagi hidup saya dan juga menjadi pengalaman yang sangat berharga. Tentunya butuh pengorbanan yang tidak mudah untuk mewujudkan impian – impian tersebut. Proses latihan yang sangat menyita waktu, kesehatan dan kondisi yang harus terjaga terus, dan juga pantang terhadap makanan yang bisa membuat suara rusak.

Saat SD saya dikenal sebagai siswa yang sangat aktif mengikuti berbagai kegiatan mulai dari olah raga, kesenian, perlombaan mata pelajaran, dan kegiatan – kegitan lainnya yang membuat saya memiliki 21 piala penghargaan hingga saat ini. Demikian pula sewaktu SMP, saya berperan akti sebagai anggota OSIS dari sejak kelas dua SMP dan juga sering terlibat dalam berbagai kepanitiaan acara – acara sekolah.

Selain mengikuti paduan suara, saya juga sering tampil bernyanyi di berbagai acara sekolah, Gereja, lingkungan, keluarga dan pernikahan. Hal iitu saya lakukan untuk selalu mengasah dan mengembangkan bakat saya tersebut. Saya sangat bersyukur telah diberikan Tuhan, talenta hidup yang sangat berharga. Saya ingin senantiasa mengembangkan talenta yang diberikan Tuhan itu agar dapat selalu berguna bagi hidup saya dan orang lain kelak.

Setelah itu, saya menempuh jenjang pendidikan SMA di SMA 6, Mahakam. Pada saat SMA pernah menjabat sebagai ketua Rohkat (Rohani Katolik) SMA 6. Semasa SMA saya aktif berkegiatan dan juga masih terus bernyanyi. Selalu mengisi acara – acara sekolah dan menjadi anggota vocal grop SMA ^ yang sempat beberapa kali menjadi juara dalam ajang perlombaan. Saat itu saya memiliki teman duet bernyanyi yang mungkin tidak tergantikan, yakni Gerard Sebastian P. Kami sering mengisi acara – acara sekolah bersama sehingga kamipun menjadi sahabat hingga saat ini.

Saya memiliki angan – angan untuk menjadi wanita yang sukses dalam karir dan juga dalam membina rumah tangga kelak. Angan – angan ini menjadi sebuah ambisi yang harus saya wujudkan suatu saat nanti. Saya sangat menginginkan bahwa apa yang saya lakukan suatu hari nanti kelak dapat menjadi garam dan terang bagi sesama dan bagi dunia. Saya ingin membahagiakan kedua orang tua saya sebelum mereka kembali ke sisi Tuhan pada suatu hari nanti.

Saya sangat bangga dengan Ayah dan Ibu saya yang telah mendidik saya menjadi seperti ini. Karena kesetiaa mereka dalam membimbing saya dalam hal apapun, merawat, menjaga, dan selalu memberikan support kepada saya membuat saya menjadi anak yang cukup berprestasi hingga saat. Walaupun demikian, saya menyadari masih sangat banyak kekurangan dalam diri saya yang perlu saya perbaiki. Saya masih jauh dari sebuah kesempurnaan.

Hal yang paling membuat saya bahagia dan sangat bersyukur yakni, ”saya dilahirkan sebagai saya”. Ini membuat saya bisa mengalami berbagai peristiwa yang bisa saya rasakan sampai saat ini. Apabila saya dilahirkan sebagai orang lain, maka mungkin akan jauh berbeda kisah hidupnya. Dan mungkin saya tidak akan menjadi seperti sekarang ini yang masih bisa sangat mensyukuri keadaan yang diberikan.

Keluarga yang begitu berarti bagi kehidupan sya membuat saya lebih terpacu untuk meraih sebuah kesuksesan dalam hidup. Demikian pula dengan teman – teman yang begitu baik yang dianugerahkan kepada saya. Mereka sangat mengisi hidup saya selama ini dan juga memberikan inspirasi yang begitu bermakna akan sebuah arti hidup.

Hal yang paling saya takuti adalah ”meninggalkan Tuhan dan keimanan saya” karena saya percaya bahwa segala yang terjadi dalam hidup saya ini merupakan campur tangan Tuhan yang nantinya akan ada rencana indah yang sudah disiapkan untuk kita di kehidupan berikutnya jika kita mau untuk senantiasa setia selalu bersama dengan-Nya.

Saya percaya bahwa hidup kita bukanlah berdasarkan apa yang ditakdirkan, melainkan pilihan kita terhadap takdir tersebut. Apakah kita ingin mengubah menjadi lebih baik atau semakin memperburuknya. Oleh karena itu saya ingin memperjuangkan sesuatu yang baik dalam hidup yang sangat singkat dan hanya sekali ini.

-TYH

Mom, You are My Everything!

Hidup seakan tak'kan pernah berarti tanpa kehadiran seorang Ibu.

Saya sangat merasakan hal itu. Ibu saya sangat memberikan segalanya yang terbaik bagi saya selama hidup. Ini merupakan hal yang mungkin paling membuat saya selalu mensyukuri hal ini. Ibu menjadikan saya pribadi yang bisa dibanggakan. Dari saya kecil, saya tidak pernah merasakan kurang perhatian atau ditinggalkan secara semena - mena. Ibu selalu memberikann saya yang terbaik dalam segi perawatan, perlindungan, pola didik dan juga pengajaran yang tentunya sangat baik. Sejak saya kecil, Ibu selalu mendidik saya sebagai orang yang mandiri. Dengan segala ilmu yang dibekalinya, saya diajarkan untuk berani tampil di depan umum. Hal ini tentunya tidak mudah bagi semua orang. Saya bisa menjadi seperti ini tak lain karena Ibu yang telah membimbing dan mendidik saya menjadi pribadi yang berguna. Dari sejak menduduki bangku Taman Kanak - kanak saya sudah ditempa oleh Ibu untuk menjadi anak yang berprestasi. Alhasil sampai sekarang, saya bisa menunjukkan prestasi saya. Saya merasa bangga memiliki Ibu seperti beliau. Saya bukan siapa-siapa tanpa beliau.

Thank you, MOM!!

-TYH